BERITA BKPSDM :: Senin, 05-11-2018 85 Pengunjung

Diklat Pembelajaran Scientific Bagi Guru SD

Seperti yang kita ketahui bersama, menurut undang-undang no. 20, tahun 2003 tujuan pendidikan nasional indonesia adalah  mengembangkan  potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,  berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,  kreatif,  mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, Pemerintah Indonesia menyiapkan alat berupa kurikulum nasional pendidikan indonesia. kurikulum nasional pendidikan di  indonesia  bersifat dinamis, sehingga banyak mengalami perubahan dan pengembangan dari waktu ke waktu untuk disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan jaman. pada saat sekarang ini, kurikulum nasional pendidikan indonesia yang tengah berlaku adalah kurikulum nasional 2013.

Sebagai kurikulum nasional pendidikan, maka kurikulum nasional 2013 diberlakukan di seluruh wilayah indonsesia untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pemberlakuan kurikulum nasional 2013  sudah  selayaknya dijalankan dengan sungguh-sungguh  oleh ujung tombak pendidikan di indonesia, yakni oleh para guru. Menjadi  sebuah keharusan bagi  para guru untuk memahami dan menerapkan apa yang sudah diamanatkan oleh kurikulum 2013 pada pelaksanaan tugas sehari-hari dalam melakukan proses pembelajaran di dalam kelas.

Pada hakikatnya kurikulum 2013 adalah sebuah sistem atau pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa disiplin ilmu untuk memberikan pengalaman yang bermakna dan luas kepada peserta didik. Disebut bermakna karena dalam kurikulum  terdapat  konsep terpadu, dimana peserta didik  akan memahami  konsep-konsep yang akan mereka pelajari itu utuh dan realistis. dikatakan luas karena yang akan mereka peroleh tidak hanya dalam satu ruang lingkup disiplin saja melainkan semua lintas disiplin karena di pandang berkaitan satu sama lain.

Inti dari kurikulum 2013 ada pada upaya penyederhanaan dan sifatnya yang tematik integrated. Kurikulum 2013 pada hakikatnya disusun untuk menciptakan manusia yang mampu menghadapi tantangan masa depan, dimana kurikulum berpusat pada  siswa (studend centered) yang mengharuskan siswa untuk aktif melalui  pendekatan saintifik.  dengan  pendekatan saintifik siswa dituntuk untuk bisa mengobservasi,  bertanya  (wawancara),  bernalar dan mengkomunikasikan  apa yang  mereka  peroleh atau mereka ketahui setelah mengikuti pembelajaran.  dalam  hal  ini siswa dituntut untuk  mampu berpikir ilmiah. Pendekatan scientific adalah proses pembelajaran yang  dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk  mengidentifikasi  atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan  hipotesis,  mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik  kesimpulan  dan mengomunikasikan konsep,  hukum atau  prinsip yang  “ditemukan”.

Idealnya, semua guru yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang memiliki pemahaman dan keterampilan yang sama berkaitan dengan   implementasi pendekatan scientific dalam proses pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013, namun kondisi ideal tersebut belum terbentuk di lingkungan  Pendidikan  Kota Tangerang, mengingat pemberlakuan kurikulum nasional 2013 di lingkungan pendidikan Kota Tangerang tidak dilaksanakan secara serentak, tetapi melalui beberapa tahapan  pemberlakuan. kondisi  demikian menyebabkan kesenjangan pemahaman  dan lebih jauh lagi timbul kesenjangan implementasi kurikulum nasional 2013 di lingkungan pendidikan kota tangerang.

untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang memandang perlu diadakannya kegiatan pelatihan bagi guru-guru yang ada di lingkungan pemerintah kota tangerang berkaitan dengan substansi kurikulum nasional 2013, tidak terkecuali untuk para guru sekolah dasar dan  salah satu hal yang harus dikuasai oleh para guru sekolah dasar berkaitan dengan implementasi kurikulum nasional 2013 adalah tentang proses pembelajaran dengan pendekatan scientific.

Pemerintah Kota Tangerang berharap, dengan penguasaan yang baik pembelajaran scientific, akan tercipta proses pembelajaran yag dapat mengantarkan para siswa menjadi manusia yang mampu berpikir kritis dan mampu memecahkan berbagai masalah yang ada di lingkungan sekitar kehidupan mereka, sebagai bekal untuk nantinya handal dalam memecahkan berbagai permasalahan bangsa kelak ketika mereka memimpin negeri tercinta ini.

Arsip Berita BKPSDM