BERITA BKPSDM :: Senin, 05-11-2018 104 Pengunjung

Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat Obstetri dan Neonatal (PPGDON) di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang

Seperti diketahui bersama, bahwa angka kematian ibu dan  bayi yang baru lahir di indonesia adalah yang tertinggi diantara negara-negara asean. terdapat beberapa faktor yang berperan pada tingginya tingkat kematian ibu dan bayi, diantaranya adalah: (1) kemampuan kinerja petugas  kesehatan yang masih kurang baik yang berdampak langsung pada rendahnhya kualitas pelayanan kesehatan internal dan (2) kesiapan pelayanan kegawatdaruratan dalam sistim pelayanan kesehatan nasional yang belum dikelola dan dipersiapkan dengan baik.

Semua hal-hal yang menyulitkan dalam proses kehamilan atau komplikasi yang terjadi dapat dihindari apabila kehamilan dan persalinan direncanakan, diasuh dan dikelola secara benar. untuk dapat memberikan asuhan kehamilan serta persalinan yang cepat tepat dan benar diperlukan tenaga kesehatan yang terampil dan profesional dalam menanganan kondisi kegawatdaruratan obstetri dan neonatal. Pelayanan kegawatdaruratan adalah bagian dari program kesehatan maternal dan neonatal yang harus dipersiapkan dan dikembangkan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kualifikasi dalam bidang tersebut, terutama di tingkat pelayanan primer. petugas pelaksana yang kompeten,  praktik yang baik dalam kesehatan maternal dan neonatal, kemitraan dengan pelaksana program kesehatan setempat dan berkesinambungan sangat diperlukan karena akan berefek positif terhadap kualitas pelayanan kegawat daruratan  maternal dan neonatal.

Kondisi tingginya kematian ibu dan bayi pada masa kehamilan dan persalinan tentu meprihatinkan bagi bangsa indonesia. untuk itu, Pemerintah Kota Tangerang mengupayakan penurunan kematian ibu dan bayi yang baru lahir tersebut denga, salah satunya adalah membuat program kesehatan maternal dan neonatal.

Menjadi pemahaman bersama, bahwa kasus gawat darurat obstetri adalah kasus obstetri yang apabila tidak segera ditangani akan berakibat kematian ibu dan janinnya, yaitu perdarahan yang mengancam nyawa selama kehamilan dan dekat cukup bulan yang meliputi perdarahan yang terjadi pada minggu awal kehamilan serta perdarahan pada minggu akhir kehamilan dan mendekati cukup bulan , perdarahan pasca persalinan, hematoma, dan koagulopati obstetri

Saat ini, di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang, pelayanan kegawat daruratan obstetri dan neonatal dapat dilaksanakan puskesmas rawat inap yang siaga 24 jam. kondisi dimana puskesmas  melayani pertolongan pertama gawat darurat obstetri dan neonatal, menuntut konsekuensi keterampilan yang baik dari sumber daya manusia yang ada di puskesmas yang bertugas menangani pelayanan kesehatan ibu dan anak. petugas pelayanan   kesehatan  ibu dan anak, yang dalam hal ini adalah para bidan  sudah harus memiliki keterampilan  yang  sesuai  dengan standar, dengan demikian akan membuat pelayanan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal akan menjadi lebih maksimal, dan pada akhirnya akan dapat meminimalisir kematian ibu dan bayi yang baru dilahirkan.

Memperhatikan kondisi demikian, Pemerintah Kota Tangerang, terus menerus mengupayakan peningkatan pelayanan kegawatdaruratan obstetri  dan  neonatal kepada masyarakat, dengan melengkapi  sarana dan prasarana puskesmas induk  dan  meningkatkan  keterampilan para  dokter,  bidan dan perawat .

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para para petugas pertolongan pertama kegawatdaruratan obstetri dan neonatal di puskesmas, adalah dengan melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan, diantaranya adalah untuk para bidan yang bertugas di puskesmas-puskesmas yang ada di wilayah Kota Tangerang. Pemerintah Kota Tangerang berharap, melalui kegiatan pelatihan ini, wawasan dan keterampilan bidan petugas pertolongan pertama kegawatdaruratan obstetri dan neonatal di puskesmas semakin meningkat dan akan dapat membentuk para Bidan dan tenaga pelayan  kesehatan ibu dan anak yang profesional dalam pelaksanaan tugasnya.

Arsip Berita BKPSDM