BERITA BKPSDM Senin, 28-01-2019 | 1933 Pengunjung

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berorientasi Pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Bagi Guru SD Yang Berbasis Zonasi


Tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab

Selanjutnya, untuk mengukur ketercapaian tujuan pendidikan dan kualitas pendidikan, dilakukan kegiatan ujian nasional pada akhir masa pendidikan setiap jenjang pendidikan, baik sd, SMP maupun SMA menurut Undang Undang Nomor 20 Tahun 2005 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Ujian Nasional  bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran secara nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional  (USBN)  merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pendidikan nasional. UN adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh pusat penilaian pendidikan

Selain menjadi tolok ukur keberhasilan pencapaian tujuan serta kualitas pendidikan,  dan bagi Pemerintah daerah hasil Ujian Nasional dapat dimanfaatkan untuk  pemetaan pencapaian standar peserta didik, satuan pendidikan maupun wilayah. dengan demikian, baik pemerintah daerah maupun sekolah bisa mempelajari letak kekurangan atau kelemahan setiap sekolah di setiap daerah jika dibandingkan dengan perolehan Nasional

Seperti diketahui bersama, Pemerintah telah  menetapkan kebijakan nasional bahwa ujian akhir sekolah akan dilaksanakan dengan menggunakan soal-soal tipe High Order Thinking Skills (HOTS).

 Soal dengan tipe High Order Thinking Skills adalah soal-soal yang menuntut peserta ujian untuk menganalisa soal/masalah yang menjadi stimulus untuk kemudian menentukan  jawaban. tuntutan  analisa soal dapat meminimalisir kesempatan peserta ujian untuk bermain tebak-tebakan dalam menjawab soal, sehingga peserta didik yang mendapat nilai baik adalah benar-benar peserta didik yang mampu memecahkan masalah yang ada dalam soal yang dikerjakan. Dengan demikian, hasil Ujian Nasional bena-benar dapat menjadi gambaran kemampuan yang telah dimiliki oleh peserta ujian setelah melaksanakan pendidikan dalam satu jenjang pendidikan tertentu.

Hasil Ujian Akhir Sekolah  Kota Tangerang tahun 2018 menunjukkan bahwa peserta ujian masih lemah dalam keterampilan  berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill) seperti menalar, menganalisa, dan mengevaluasi. oleh karena itu siswa harus dibiasakan dengan pembelajaran dan soal-soal yang berorientasi kepada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill) agar terdorong kemampuan berpikir kritisnya, sehingga nantinya terbentuk generasi muda bangsa yang kreatif dan inovatif

Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa, peserta ujian di kota tangerang kurang memiliki kemampuan menyelesaikan soal ujian. Ketidakmampuan ini ternyata disebabkan oleh ketidakbiasaan peserta ujian menghadapi soal-soal dengan tipe higher order thinking skills  pada evaluasi-evaluasi belajar yang dijalani selama masa pendidikan. hal lebih lanjut, penyebab tidak diberikannya soal-soal tipe  Higher Order Thinking Skills  dalam pelaksanaan evaluasi pembeajaran sekolah-sekolah yang ada  di lingkungan pemerintah kota  tangerang adalah karena dalam proses pembelajaran yang dilakukan, tidak berorientasi pada high order thinking skills yang pada akhirnya berefek pada tidak diberikannya evaluasi pembelajaran yang berorientasi higher order thinking skills  juga. Hal yang menjadi akar masalahnya adalah karena pengetahuan dan keterampilan para guru di lingkungan pemerintah kota tangerang dalam kaitannya dengan proses pembelajaran dan evaluasi pembelajaran yang berorientasi higher order thinking skills  masih sangat rendah.

Memperhatikan kondisi demikian, Pemerintah Kota Tangerang terus menerus melakukan upaya untuk menguatkan pengetahuan dan keterampilan tentang proses pembelajaran dan evaluasi pembelajaran yang berorientasi pada higher order thinking skills.

Salah satu bentuk upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang adalah dengan menyelenggarakan pelatihan kompetesi pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan Higher Order Thinking Skills bagi para guru yang ada di lingkungan pemerintah kota tangerang, dan tahap pertama pelatihan ini diberikan kepada pada guru jenjang pendidikan dasar (Sekolah Dasar)

Pelatihan ini bertujuan agar dalam pelaksanaan proses pembelajaran dan evaluasi pembelajaran para guru di lingkungan pemerintah kota tangerang senantiasa beroientasi high order thinking skills. proses pembelajaran dan evaluasi pembelajaran yang beorientasi  high order thinking skills akan membentuk peserta didik menjadi terbiasa dan menguasai teknik penyelesaian soal dengan tipe high order thinking skills tersebut.

Melalui kesempatan ini saya sampaikan penghargaan dan apresiasi kepada badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia yang telah bekerja sama dengan pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan bisnis dan pariwisata atas upayanya menyelenggarakan diklat pengembangan kompetensi pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills) di lingkungan pemerintah kota tangerang yang akan sangat startegis mencetak guru instruktur nasional yang profesional untuk nantinya menjadi mentor bagi guru-guru sejawat.

...
Kirim
Arsip Berita BKPSDM