BERITA BKPSDM Senin, 18-02-2019 | 1645 Pengunjung

Pelatihan Calon Kepala Sekolah dan Training Of Trainer (TOT) Guru SD di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang


Seiring perkembangan kebutuhan dan kemajuan jaman pemerintah kota tangerang, sangat membutuhkan pendidikan yang berkualitas  dari sekolah-sekolah yang ada di lingkungan pemerintah kota tangerang. Selain harus menghasilkan lulusan yang memiliki nilai yang memenuhi kriteria kelulusan nasional, Pemerintah Kota Tangerang juga berharap sekolah-sekolah di kota tangerang mampu mencetak peserta didiknya menjadi generasi muda bangsa yang memiliki rasa nasionalisme, berakhlak mulia, dan kreatif.

Untuk itu diperlukan kualitas yang baik dari sekolah-sekolah yang ada di lingkungan pemerintah kota tangerang, karena hanya sekolah yang memiliki sumber daya manusia dan pengelolaan yang baik-lah yang akan mampu membentuk lulusan yang berkualitas.

Kepala sekolah merupakan salah satu komponen sekolah yang sangat berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Untuk itu kepala sekolah harus memahami tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Tugas kepala sekolah diantaranya adalah bertindak dan bertanggungjawab atas segala tindakan yang dilakukan oleh bawahan,  memecahkan persoalan melalui satu analisis, kemudian menyelesaikan persoalan dengan satu solusi yang layak untuk diterapkan serta melihat setiap tugas sebagai satu keseluruhan yang saling berkaitan. Kondisi demikian menjadikan seorang kepala sekolah memiliki  wawasan dan keterampilan yang sangat baik sebagai seorang pimpinan sekolah .

Upaya pembentukan Kepala Sekolah yang berkualitas sudah dilakukan oleh Pemerintah Negara Indonesia melalui pembentukan lembaga penjamin mutu Kepala Sekolah yakni lembaga pengembangan dan pemberdayaan kepala sekolah yang ada di Kota Surakarta. Melalui lembaga ini, dilakukan seleksi pencalonan kepala sekolah, agar calon kepala sekolah menguasai  standar  kompetensi Kepala Sekolah yang terstandar secara Nasional sehingga ketika nantinya kelak menjabat sebagai Kepala Sekolah, sudah memiliki bekal yang baik untuk memimpin sekolah.

Pemerintah Negara Indonesia yang mengharapkan terbentuknya calon-calon kepala sekolah yang berkualitas telah menetapkan syarat dan prosedur penyiapan calon Kepala Sekolah yang terstandar secara Nasional melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 6 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

Dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan tersebut ditegaskan bahwa guru yang sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi dan seleksi substansial wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan Calon Kepala Sekolah.

Pemerintah Kota Tangerang telah melaksanakan tahapan seleksi Calon Kepala Sekolah, sehingga diperoleh data guru yang sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi dan seleksi subtansial oleh lembaga pengembangan dan pemberdayaan kepala sekolah. Pada saat ini tahapan seleksi telah sampai pada kegiatan pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah.

Selanjutnya, berkaitan dengan pemahaman dan keterampilan guru yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang, khususnya guru sekolah dasar, Pemerintah Kota Tangerang memandang perlu ada upaya pemerataan dan penguatan wawasan dan keterampilan implementasi kurikulum 2013 dan penelitian tindakan kelas, mengingat hasil observasi di lapangan, diperoleh informasi bahwa masih banyak guru yang belum sepenuhnya paham dengan teknis implementasi kurikulum 2013 dan pelaksanaan penelitian tindakan kelas.

Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya pemahaman para guru tentang kurikulum 2013 dan implementasinya. Rendahnya kemampuan para guru dalam membuat atau menyusun penelitian tindakan kelas juga disebabkan oleh minimnya pemahaman mereka tentang teknis pembuatan penelitian tindakan kelas.

Situasi demikian jika tidak segera diatasi akan berakibat pada rendahnya kualitas pembelajaran dan lebih jauh lagi akan berefek pada rendahnya kualitas bahkan kuantitas lulusan sekolah yang ada di kota tangerang.

Disisi lain, adanya peraturan yang mengharuskan guru menyusun penelitian tindakan kelas, menuntut guru untuk suka atau tidak suka melaksanakan penelitian tindakan kelas, dan jika para guru tidak memiliki bekal wawasan dan keterampilan dalam menyusun tindakan kelas, maka hal ini akan menjadi hambatan yang signifikan bagi peningkatan karier guru.

Dalam rangka peningkatan kualitas guru sekaligus memberikan pemerataan kesempatan pengembangan diri bagi para guru, pemerintah kota tangerang melalui badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia akan berupaya membentuk unit kegiatan pelatihan guru yang berbentuk unit training center guru.

Unit training center guru ini, akan menjadi wadah pengembangan diri para guru yang ada di lingkungan pemerintah kota tangerang melalui pelatihan-pelatihan yang akan diadakan secara berkelanjutan bagi para guru, sehingga nantinya, melalui unit kegiatan guru ini, tidak hanya pemerataan kesempatan pengembangan diri yang didapat oleh para guru, tetapi lebih dari itu, yakni memperoleh wawasan dan keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugas sehari-hari.

Unit training center guru ini menjadi penting mengingat di kota tangerang terjadi ketimpangan antara  keterampilan yang harus dimiliki oleh guru dengan keterampilan riil para guru di lapangan  serta ketimpangan antara jumlah guru yang ada dengan kuota diklat yang disediakan oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi banten dan pemerintah kota tangerang.

Ketimpangan-ketimpangan tersebut berakibat pada kurang maksimalnya kondisi pendidikan di kota tangerang. Keterampilan yang masih kurang baik dari para guru dalam hal pelaksanaan pembelajaran akan berakibat tidak maksimalnya proses pembelajaran dan jumlah kuota diklat yang terbatas akan sulit menjangkau pemenuhuan pelatihan guru sekolah dasar yang jumlahnya ribuan di kota tangerang.

Kondisi demikian memunculkan upaya membentuk wadah pelatihan bagi para guru, dan wadah yang dianggap cocok untuk kondisi kota tangerang adalah unit training center.

Unit training center akan menjadi pusat pelatihan guru di lingkungan pemerintah kota tangerang. Pengelolaan unit training center ini akan dilakukan oleh para guru, dari mulai manajemen pelatihannya, kurikulum kediklatan sampai kepada pemateri, berasal dari para guru yang ada di lingkungan pemerintah kota tangerang, sehingga akan terbangun sinergitas dan kekeluargaan yang harmonis karena peserta, pemateri dan kurikulum kediklatannya dikelola oleh personil-personil guru yang sangat paham dengan kondisi dan  kebutuhan riil guru di kota tangerang.

Agar mampu mengelola unit training center guru, para pengelola ndan pemateri , mutlak memiliki kemampuan pengelolaan kediklatan dan pengetahuan yang berkaitan dengan berbagai hal tentang keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan oleh guru sasaran  dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari.

Untuk mendukung semua itu, diperlukan upaya pembekalan wawasan dan keterampilan kepada para guru yang akan mengelola dan menjadi mentor dalam unit training center tersebut. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan training of trainer yang sekarang akan berlangsung.

Arsip Berita BKPSDM