BERITA BKPSDM :: Rabu, 27-02-2019 326 Pengunjung

Pelatihan Calon Kepala Sekolah dan Literasi Satu Guru Satu Buku Bagi Guru SMP di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang

Seiring perkembangan kebutuhan dan kemajuan jaman Pemerintah Kota Tangerang, sangat membutuhkan pendidikan yang berkualitas  dari sekolah-sekolah yang ada di lingkungan pemerintah Kota Tangerang. selain harus menghasilkan lulusan yang memiliki nilai yang memenuhi kriteria kelulusan nasional, pemerintah kota tangerang juga berharap sekolah-sekolah di kota tangerang mampu mencetak peserta didiknya menjadi generasi muda bangsa yang memiliki rasa nasionalisme, berakhlak mulia, dan kreatif.

Untuk itu diperlukan kualitas yang baik dari sekolah-sekolah yang ada di lingkungan pemerintah kota tangerang, karena hanya sekolah yang memiliki sumber daya manusia dan pengelolaan yang baik-lah yang akan mampu membentuk lulusan yang berkualitas.

Kepala Sekolah merupakan salah satu komponen sekolah yang sangat berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Untuk itu Kepala Sekolah harus memahami tugas-tugas yang harus dilaksanakan.

Upaya pembentukan kepala sekolah yang berkualitas sudah dilakukan oleh Pemerintah Negara Indonesia melalui pembentukan lembaga penjamin mutu kepala sekolah yakni lembaga pengembangan dan pemberdayaan kepala sekolah yang ada di Kota Surakarta. Melalui lembaga ini, dilakukan seleksi pencalonan Kepala Sekolah, agar calon Kepala Sekolah menguasai standar kompetensi kepala sekolah yang tertstandar secara Nasional sehingga ketika nantinya kelak menjabat sebagai kepala sekolah, sudah memiliki bekal yang baik untuk memimpin sekolah.

Pemerintah Negara Indonesia telah menetapkan syarat dan prosedur penyiapan calon kepala sekolah yang terstandar secara nasional melalui Peraturan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut ditegaskan bahwa guru yang sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi dan seleksi substansial wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah.

Pemerintah Kota Tangerang telah melaksanakan tahapan seleksi calon kepala sekolah, sehingga diperoleh data guru yang sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi dan seleksi subtansial oleh lembaga pengembangan dan pemberdayaan Kepala Sekolah. pada saat ini tahapan seleksi telah sampai pada kegiatan pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah.

Selanjutnya, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 23 tahun 2015 tentang gerakan penumbuhan budi pekerti menyebutkan bahwa salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai. kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.

Gerakan Literasi sekolah berkembang tidak hanya untuk menumbuhkan minat baca saja, tetapi hingga menulis karya sebagai hasil dari pengembangan, atau penuangan wawasan dan pengetahuan yang diperoleh dari kebiasaan membaca tersebut. tujuan akhirnya adalah membentuk budaya literasi, yakni budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah.

Gerakan literasi di lingkungan sekolah mutlak dipelopori oleh para guru yang ada di lingkungan sekolah tersebut. untuk itu diperlukan pembiasaan dan keterampilan guru dalam membaca dan menulis di kalangan guru

Kondisi di sekolah-sekolah yang ada di Kota Tangerang menunjukkan bahwa masih banyak sekolah-sekolah yang belum memiliki budaya literasi. literasi (kebiasaan membaca dan menulis) masih menjadi hal yang sulit diterapkan di sekolah-sekolah yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang.

Masih rendahnya minat membaca di kalangan guru smp dan  masih  rendahnya keterampilan membuat karya tulisan menjadi salah satu penyebab sulitnya membentuk budaya literasi sekolah di lingkungan pemerintah kota tangerang. masih rendahnya  kesadaran  para guru berpengaruh besar  terhadap kecepatan  pembentukan budaya literasi di sekolah di lingkungan Pendidikan Kota Tangerang.

Memperhatikan kondisi demikian Pemerintah Kota Tangerang perlu adanya  tindak penguatan minat, semangat, wawasan dan keterampilan para guru dalam membaca dan menulis karya tulisan, agar dapat menjadi pelopor pembentukan budaya literasi kepada para siswa di lingkungan sekolah masing-masing.

Selain itu, sebagai tindak lanjut pelatihan literasi satu guru satu buku bagi guru SMP yang sudah dilaksanakan pada tahun 2017 dan 2018,  diperlukan finalisasi hasil akhir pelatihan sehingga semua peserta mampu menyusun satu buku karya tulisan sebagai hasil akhir rangkaian pelatihan literasi satu guru satu buku yang sudah dilaksanakan dari tahun 2017.

 

 

 

Melalui kesempatan ini, diharapankan kepada seluruh peserta yang akan mengikuti kegiatan pelatihan calon Kepala Sekolah dan pelatihan literasi satu guru satu buku bagi guru SMP agar  bersungguh-sungguh dan bersemangat mengikuti proses pembelajaran dalam pelatihan, agar tujuan pelatihan untuk memberi bekal wawasan dan keterampilan sebagai calon kepala sekolah dan keterampilan menyusun buku bagi guru dapat tercapai.

Arsip Berita BKPSDM