BERITA BKPSDM Senin, 18-03-2019 | 1241 Pengunjung

Pelatihan Strategi Perencanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 bagi Guru SD dan Pelatihan Penguatan Model Pembelajaran Project Based Learning bagi Guru SMP di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang


Peningkatan kualitas sumber daya manusia pada suatu wilayah mendorong lahirnya perubahan diberbagai bidang kehidupan, perubahan tersebut begitu sangat cepat sehingga menghadirkan berbagai tantangan terutama pada dunia pendidikan, bagaimana pendidikan yang sedang dan terus diselenggarakan menjadi salah satu penentu dalam penyiapan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan zaman, salah satu jawaban atas pertanyaan tersebut adalah tersedianya kualitas SDM penyelenggara pendidikan.

Saat ini Pemerintah telah menetapkan tiga kebijakan utama dalam rangka menyiapkan generasi emas penerus bangsa di era globalisasi ini, yaitu :

Pertama adalah lahirnya GLN (Gerakan Literasi Nasional), gerakan literasi yang dimaksud dalam hal ini adalah upaya mendorong siswa agar memiliki semangat membaca yang tinggi. Pemerintah telah mencanangkan GLN di sekolah sejak tahun 2015, sehingga diharapkan budaya membaca dikalangan siswa di Indonesia meningkat. Dari berbagai studi yang dilakukan menyimpulkan bahwa budaya membaca di kalangan siswa masih sangat rendah, salah satu faktor penyebabnya adalah fasilitas yang belum memadai serta diperburuk lagi dengan masih rendahnya semangat membaca para guru-guru kita. Budaya membaca senantiasa perlu dipersiapkan dengan baik, ditumbuhkan, diasah, dibimbing dan dilengkapi pula sarana dan prasarana yang memadai. Guru semestinya menjadi contoh terdepan dalam membangun dan mendorong budaya membaca, sebab mana mungkin bapak dan ibu guru dapat memberikan ilmu kepada siswanya dengan referensi terbaru, kalau bapak dan ibu masih mempertahankan konsep dan keilmuan yang lama, padahal ilmu pengetahuan terus berkembang, literasi bukan hanya terkait baca tulis saja, tetapi juga menyiapkan informasi literasi teknologi, khususnya digital. Perlu kita ketahui bahwa negara yang mampu bersaing adalah negara yang mampu menguasai teknologi, informasi, sumber daya dan bisnis. Kedua, pembelajaran abad 21 yang salah satunya diupayakan melalui kurikulum 2013. Terdapat 4 kompetensi dasar yang wajib dimiliki setiap peserta didik, yakni kompetensi untuk berfikir kritis (critical thinking). Kemudian kemampuan berkomunikasi, baik melalui media maupun secara interaksi langsung. Setelah itu, kemampuan berkolaborasi dan kerja sama. Dan yang terakhir adalah kreativitas untuk menghasilkan inovasi. Masa depan yang serba tidak pasti dan ditandai dengan perubahan yang sangat cepat di berbagai bidang mendorong Pemerintah melakukan pengembangan kurikulum. Selain kompetensi, Pemerintah memandang perlu menguatkan karakter peserta didik yang merupakan generasi penerus bangsa. Ketiga, yang paling penting adalah karakter. Banyak orang cerdas, tetapi gagal karena tidak memiliki karakter yang baik. Pendidikan karakter tidak bisa diceramahkan saja, tetapi harus ditumbuhkan dan dibiasakan melalui contoh dan teladan bapak dan ibu guru. Untuk itulah, pendidik menjadi kunci keberhasilan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang digulirkan Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017.

Pada saat mendatang, program peningkatan kompetensi guru akan difokuskan pada perbaikan proses pembelajaran. Kemendikbud mendorong guru untuk dapat membantu peserta didik menguasai kompetensi abad 21 dan karakter yang baik. Meningkatkan profesionalisme guru menuju pendidikan abad 21 adalah sebuah tantangan yang harus diemban. Hal ini meniscayakan peningkatan profesionalisme menyangkut sikap mental dan komitmen para guru untuk selalu meningkatkan kualitas agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Setidaknya, terdapat tiga ciri guru profesional yang harus dimiliki oleh para guru, diantara :

Pertama, guru profesional adalah guru yang telah memenuhi kompetensi dan keahlian inti sebagai pendidik. Perubahan zaman mendorong guru agar dapat menghadirkan pembelajaran abad 21, yaitu menyiapkan peserta didik untuk memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, inovatif, komunikatif dan mampu berkolaborasi. Hal tersebut tentu tidak akan dapat diwujudkan jika para guru berhenti belajar dan mengembangkan diri.

Kedua, seorang guru yang profesional hendaknya mampu membangun kesejawatan. Bersama rekan-rekan sejawat, guru terus belajar, mengembangkan diri, dan meningkatkan kecakapan untuk mengikuti laju perubahan zaman. Bersama teman sejawatnya pula guru terus merawat muruah dan menguatkan posisi profesinya. Jiwa korsa guru harus senantiasa dipupuk agar dapat saling membantu dan mengontrol satu sama lain.

Ketiga, seorang guru yang profesional hendaknya mampu merawat jiwa sosialnya. Para guru indonesia adalah para pejuang pendidikan yang sesungguhnya, yang menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawab mulia sebagai panggilan jiwa. Dengan segala tantangan dan hambatan, para guru indonesia berada di garda terdepan dalam pencerdasan kehidupan bangsa.

Bangsa ini menitipkan amanah kepada para guru untuk memelihara, mengembangkan jati diri, dan membentuk karakter generasi penerus bangsa agar bangsa ini menjadi bangsa yang tangguh, bangsa yang mandiri, berdaya saing, dan penuh toleransi. Tentu akan menjadi tugas yang amat berat apabila dipikul seorang diri. Marilah kita bergandeng tangan menunaikan tugas mulia ini. Di pundak para gurulah masa depan ini digantungkan.

Untuk itu BKPSDM Kota Tangerang bekerjasama dengan PPPPTK Penjas dan BK Kemendikbud serta Asosiasi Dosen Indonesia  berupaya melaksanakan Pelatihan Strategi Perencanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 bagi guru SD dan Pelatihan Penguatan Model Pembelajaran Project Based Learning bagi guru SMP di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang, dengan tujuan agar guru Sekolah Dasar mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan memenuhi unsur pembelajaran abad 21, literasi, penguatan pendidikan karakter dan HOTS dapat terpenuhi dan siswa mempelajari dengan sempurna.

Arsip Berita BKPSDM